6 Objek wisata alam di Riau ini cocok bagi kamu yang suka
berpetualang
Kamu bisa naik gajah menejelajah hutan.
Riau merupakan sebuah provinsi di Indonesia di bagian tengah
pulau Sumatera. Provinsi ini terletak di bagian tengah pantai timur Pulau
Sumatera, yaitu di sepanjang pesisir Selat Melaka. Meski provinsi Riau dikenal
sebagai daerah perkebunan, namun ada banyak destinasi wisata alam yang sangat
indah.
Nah, jika kamu suka jalan-jalan, tentu perlu memasukkan Riau
ke dalam kalender liburanmu. Berikut brilio.net rangkum 6 destinasi wisata alam
di Riau dari berbagai sumber.
1. Air Terjun Guruh Gemurai.
Salah satu kekayaan alam yang dimiliki Provinsi Riau adalah
Air Terjun Guruh Gemurai. Asal nama Guruh Gemurai bersumber dari bahasa daerah
setempat, yaitu Kuantan Singingi. Guruh artinya suara air terjun yang terdengar
bergemuruh. Sedangkan gemurai yang artinya suara gemericik air. Oleh karena itu
penduduk setempat menyebutnya Air Terjun Guruh Gemurai.
Air terjun yang memiliki ketinggian mencapai 20 meter ini berada
di Desa Kasang, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Senggigi. Tepatnya,
di sekitar daerah Lubuk Jambi. Sekitar 25 Kilometer sebelah Barat Daya dari
Taluk Kuantan.
2. Sungai Kampar.
Sungai Kampar di Riau dikenal sebagai sungai ajaib. Punya
ombak setinggi 6 meter yang memanjang sampai ratusan meter, bernama Gelombang
Bono. Gelombang Bono adalah peristiwa alam yang terjadi akibat bertemunya arus
pasang air laut dengan muara sungai yang lebar. Gelombang Bono memanjang
sekitar 300 meter, dengan ombak yang terbentuk sampai setinggi 6 meter dan
kecepatannya 40 km per jam. Tak jarang, tempat ini dijadikan para peselancar
profesional di dunia untuk menikamti olahraga air yang sangat menantang.
Masyarakat sekitar juga menyebut gelombang Bono sebagai ombak hantu.
3. Air Terjun Aek Martua.
Air Terjun Aek Martua ini memiliki keunikan dan keistimewaan
tersendiri karena memiliki beberapa tingkat, sehingga sering disebut Air Terjun
Tangga Seribu. Air terjun ini terletak di Desa Tangun, Kecamatan Bangun Purba,
Kabupaten Rokan Hulu. Nama Aek Martua berasal dari bahasa suku Mandailing yang
artinya adalah Air Bertuah.
Ada tiga air terjun yang indah dan spektakuler dengan jarak
beberapa puluh meter di kawasan ini yang bervariasi mulai dengan ketinggian 15
meter sampai yang tertinggi 35 meter. Air terjun pertama memiliki hamparan batu
yang cukup luas untuk bermain air, sedangkan air terjun kedua memiliki sebuah
kolam untuk mandi. Lalu, ada air terjun ketiga, tentunya bagi mereka yang
memiliki keahlian panjat tebing untuk menuju tempat tersebut.
4. Air Terjun Batang Kobanu
Lokasi ini diberi nama Air Terjun Tujuh Tingkat Batang
Kobanu karena jatuhnya air melalui tebing yang bertingkat tujuh dan mengalir ke
aliran Sungai Kuantan. Ketinggian air terjun ini bervariasi untuk setiap
tingkatannya. Untuk air terjun tingkat pertama dan keempat mencapai ketinggian
antara 5-15 meter.
Pada tingkat ke enam mencapai ketinggian sekitar 30 meter
lebih. Air Terjun ini umumnya ramai dikunjungi pengunjung pada saat acara mandi
Balimau yang digelar satu hari menjelang bulan Ramadhan.
5. Danau Buatan PLTA Koto Panjang
Kawasan ini dibangun pada tahun 1993 atas kerjasama
Indonesia dan Jepang. Sebanyak 9 desa ditenggelamkan dengan terlebih dahulu
merelokasi warga setempat ke daerah sekitar. Dulunya untuk menuju ke Sumatera
Barat pun harus melalui kawasan ini. Sekarang sebagian besar badan jalan telah
tenggelam dan menjadi kenangan. Butuh waktu sekitar 2 jam perjalanan darat dari
Pekanbaru untuk mencapai kawasan danau ini.
Uniknya, terdapat onggokan kayu atau pohon yang sudah lama
mati, berdiri menjulang dan tak jarang berkumpul begitu rapat di beberapa
bagian sehingga menimbulkan kesan mistis menjelang senja. Kumpulan-kumpulan
kayu seperti ini akan semakin banyak ditemui hampir di sepanjang danau.
6. Konservasi Gajah di Siak
Bingung menghabiskan waktu liburan di Kota Pekanbaru dan
sekitarnya. Tak ada salahnya mengunjungi Pusat Pelatihan Gajah yang ada di Riau
tepatnya di Kecamatan Minas Kabupaten Siak, bisa menjadi alternatif tempat
wisata keluarga. Pusat Latihan Gajah Riau yang berada di Minas ini berlokasi di
Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasim yang di bawah pengawasan
Kementerian kehutanan Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Balai Besar
Konservasi Sumber Daya Alam Riau. Terdapat 22 ekor gajah yang berada di Pusat
latihan Gajah Minas ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar